Obat Kista Alami

Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus oleh selaput semacam jaringan. Bentuknya kistik dan ada pula yang berbentuk seperti anggur. Kista dapat berisi udara, cairan kental, maupun nanah. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Itu merupakan alasan mengapa tumor jinak relative mudah diangkat melalui pembedahan dan tidak terlalu membahayakan kesehatan bagi penderitanya.

Berdasarkan tingkat keganasannya, kista dibedakan menjadi dua macam, yaitu kista non-neoplastik dan kista neoplastik. Kista non-neoplastik bersifat jinak dan biasanya akan mengempis dengan sendirinya setelah dua atau tiga bulan. Sedangkan kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun tetap tergantung pada ukuran dan sifatnya, apakah membahayakan atau tidak.

Adanya kista sering tanpa gejala. Oleh karena itu, diagnosa awalnya agak sulit dilakukan. Beberapa gejala yang dicurigai adalah perut yang agak membuncit, bagian bawah perut yang terasa tidak enak. Kista bila tumbuh secara cepat akan mengganggu orang sehat lainnya. Jika menekan saluran kemih, usus, saraf, atau pembuluh darah besar di sekitar rongga panggul, tumor akan menimbulkan keluhan seperti :

- Susah buang air kecil
- Tidak bisa buang air besar
- Tungkai merasa kesemutan
- Kaki sering bengkak

Cara mengobati penyakit kista tentulah dengan operasi, bagi sebagian orang mungkin akan mengambil jalan operasi asalkan bisa mendapatkan kesembuhan. Tapi bagi sebagian orang akan mencari jalan alternatif seperti pengobatan tradisional. Kista bisa disembuhkan dengan obat-obatan alami, berikut ramuan yang bisa digunakan :

1. Ramuan Pertama

Bahan-Bahan :

- Daun sirsak secukupnya
- 600cc air

Cara Pemakaian :

- Rebus daun sirsak dalam panci dengan 600cc air
- Setelah mendidih kecilkan api
- Biarkan air menguap selama 20 menit hingga tersisa 1 gelas (200cc)
- Air sisa rebusan diminum, 3 kali sehari

2. Ramuan Kedua

Bahan-Bahan :

- 60 gram temu putih segar
- 15 gram sambiloto kering
- 600 mL air

Cara Pemakaian :

- Rebus semua bahan dengan 600 ml air
- Diamkan hingga rebusan air tersisa 300 ml
- Kemudian saring dan dibagi ke dalam 2 gelas, masing-masing 150 ml
- Ramuan diminum 2 kali sehari

Posted in Obat Penyakit Kista | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Obat Tradisional Kista

Pengobatan yang dilakukan untuk perempuan penderita kista tergantung dengan gejala yang timbul :

1. Birth control pills
2. Clomiphene citrate
3. Flutamide
4. Spironolactone

Perawatan dengan clomiphene citrate akan menyebabkan pituitary gland meningkatkan produksi HSF. Ini akan membantu sel telur menjadi matang dan dapat dialirkan menuju ovarium. Seringkali seorang perempuan membutuhkan obat-obatan yang kuat untuk memicu kehamilan.

Untuk perempuan yang mengalami kista, mereka juga berresiko terkena diabetes mellitus. Oleh karena itu pengobatan dengan glucophane (metformin) akan diberikan untuk membuat sel-sel lebih sensitive menghasilkan insulin, yang menyebabkan proses ovulasi kembali normal.

Mengurangi berat badan dengan diet akan sangat membantu untuk mengurangi tingginya kadar insulin di dalam darah.

Komplikasi yang ditimbulkan kista :

1. Berresiko besar terkena kanker endometrial
2. Terjadi kemandulan
3. Ada hubungannya dengan obesitas; tekanan darah yang meningkat
4. Diabetes
5. Berresiko terkena kanker payudara

Penyakit kista juga dapat dikatakan penyakit degeneratif atau keturunan. Jika orang tua atau nenek Anda pernah menderita penyakit kista atau mioma, maka dapat dipastikan anda termasuk salah satu keturunan pembawa sifat penyakit kista.

Obat penyakit kista juga bisa dilakukan dengan cara membuat ramuan tradisional, diantaranya :

Bahan-Bahan :

- 30 gram daun mahkota dewa segar
- 50 gram temu mangga
- 5 gram daging buah mahkota dewa kering,
- 800 cc air

Cara Pemakaian :

- Semua bahan direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc
- Kemudian disaring, airnya diminum untuk dua kali sehari
- Setiap kali minum 200 cc
- Lakukan secara teratur

Posted in Obat Penyakit Kista | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengobati Kista

Jumlah wanita yang terkena kista hingga kini semakin meningkat dari hari ke hari. Dibandingkan dengan jenis tumor ovarium (indung telur) lainnya, kista memang merupakan kasus yang paling sering ditemui pada wanita. Berdasarkan tingkat keganasannya, kista dibedakan menjadi dua macam, yaitu kista non-neoplastik dan kista neoplastik. Kista non-neoplastik bersifat jinak dan biasanya akan mengempis dengan sendirinya setelah dua atau tiga bulan. Sedangkan kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun tetap tergantung pada ukuran dan sifatnya, apakah membahayakan atau tidak.

Selain pada ovarium, kista dapat juga tumbuh di vagina dan daerah vulva (bagian luar alat kelamin wanita). Kista yang tumbuh didaerah vagina antara lain, inklusi, ductus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea, serta inklusi epidermal.
Kista umumnya tidak disertai dengan keluhan atau gejala spesifik. Keluhan biasanya akan muncul jika ukuran kista sudah membesar dan letaknya mengganggu organ lain disekitarnya. Jika si penderita menekan saluran kemih, usus, saraf, atau pembuluh darah besar di sekitar rongga panggul, maka akan menimbulkan keluhan berupa susah buang air kecil dan buang air besar, gangguan pencernaan, kesemutan, atau?bengkak pada kaki.

Kista memang tumor yang jinak, namun 20-30% kista dapat berpotensi menjadi ganas. Keadaan itu ditandai dengan terjadinya pembesaran tumor dalam waktu singkat sehingga memicu tumbuhnya kanker. Hingga kini, kista masih menjadi topik penelitian yang menarik. Pasalnya, sampai sekarang belum diketahui secara pasti faktor-faktor penyebab tumbuhnya kista dalam tubuh seorang wanita dan cara pencegahannya pun belum terungkap dengan jelas.

Beberapa literature menyebutkan bahwa penyebab terbentuknya kista pada ovarium adalah gagalnya sel telur (folikel) untuk berovulasi. Dalam siklus reproduksi, satu sel telur dalam ovarium wanita setiap bulannya akan mengalami ovulasi, yaitu keluarnya inti sel telur dari folikel untuk kemudian ditangkap serabut fimbria dan ditempatkan di saluran ovarium (tuba falopii), dan siap dibuahi jika bertemu sperma. Folikel yang sudah kehilangan inti sel telur itu disebut dengan corpus luteum, yang secara normal akan mengalami degenerasi dan hilang disergap tubuh.

Namun, ada kalanya proses keluarnya inti sel telur dari dalam folikel gagal terjadi. Sel telur yang gagal berovulasi tersebut lama-kelamaan dapat berubah menjadi kista. Selain itu, dapat pula terjadi kegagalan penyerapan corpus luteum oleh tubuh. Keadaan itu dapat pula berpotensi menyebabkan kista. Selain disebabkan oleh kelainan pada sel telur (folikel), kista di ovarium juga dapat tumbuh begitu saja. Kista semacam itu terdiri atas selaput yang berisi darah kental dan sering disebut sebagai endometriosis.

Seiring dengan berjalannya waktu, kista akan terus mengalami pembesaran. Dalam jangka waktu tertentu, kista terus tumbuh hingga diameternya mencapai puluhan sentimeter. Sebenarnya tidak ada patokan mengenai ukuran besarnya kista sehingga berpotensi untuk pecah. Pecahnya kista dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi rusak dan menimbulkan terjadinya pendarahan yang dapat berakibat fatal.

Posted in Obat Penyakit Kista | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment